Check-out AirBnB RiverWest Hiroshima, Lunch at Shin-Osaka Station, Check-in Mercure Ginza, Dinner at Tokyo Station [2022.11.28]

Waktu checkout sebelum pukul 10 pagi, jadi kami lumayan bergegas . Sekitar pukul 10 kami keluar lift, berpapasan dengan host-nya. Saya sendiri tidak sadar, beliau yang memanggil “Hendro-san?”. Mengucapkan terima kasih, dan sampai jumpa lagi. Tepat waktu juga ya, host-nya sambil membawa cleaning service team.

Perjalanan menuju dari Hiroshima Station menuju Shin-Osaka Station memakan waktu sekitar 1 jam, kami memutuskan untuk mencari makan siang dulu sebelum melanjutkan ke Tokyo. Kali ini kami keluar dari gate Shinkansen tapi masih di dalam stasiun, yang ternyata pilihan makannya tidak kalah beragam. Juga, ada semacam foodcourt berisi kios-kios yang membuat air liur kami terbit.

Nasi kari dengan isian udang untuk Emma, yang kami sudah pesimis dia bisa menghabiskannya sendirian. Nasi kari dengan katsu buat porsi berbagi, jadi 2 porsi untuk kami bertiga. Rasanya kurang ya, saya pun membeli burger sekalian kopi di Freshness. Selesai makan kami mengembalikkan piring kotor ke outlet masing-masing, membuang sampah, dan melap meja dengan lap yang sudah disediakan.

Masih ada waktu sekitar 45 menit, daripada bosan kami jalan-jalan sebentar di stasiun sambil mencari camilan jika lapar. Harus diingat, membawa anak kecil tentu perlu mempersiapkan bekal. Kalau tiba-tiba dia kelaparan, belum tentu ada tempat makan. Kalau pun ada, biasanya antri. Kami takut kalau dia masuk angin, atau marah-marah lalu berubah jadi hulk.

Setelah 2.5 jam lebih duduk di Shinkansen, akhirnya sampai juga di Tokyo Station. Tokyo Station memiliki 2 pintu utama: Marunouchi dan Yaesu. Marunouchi dengan gerbang ikoniknya dan menuju Imperial Palace, sedangkan Yaesu yang ada Bus Terminal dan lebih dekat menuju Ginza. Karena kami menginap di Mercure Tokyo Ginza, maka kami mengambil pintu keluar di bagian sebelah Yaesu.

Sambil menunggu proses check-in, di lobby ruang tunggu tersedia biskuit, coklat, dan permen gratis untuk menenangkan anak-anak yang tidak sabar. Sebagai anggota silver Accor Plus kami mendapatkan welcome drink, tapi karena masih dalam situasi pandemi maka minuman tersebut dalam botol atau kaleng. Saya bertanya apakah Emma juga mendapat minuman, dia agak ragu-ragu tapi akhirnya diberikan juga jus kemasan.

Selesai proses check-in, kami mencari makan malam. Di bawah tanah Tokyo Station, ada Ramen Street. Jadi kami berencana mencari makan malam di sana, cuaca dingin makan mie kuah hangat pasti mantap!! Ternyata tanpa koper, perjalanan terasa lebih enteng. Enak juga bisa sambil melihat suasana Ginza, dengan gedung tinggi, toko mewah, cafe and restaurant kecil tapi mewah.

Sampai di Tokyo Station, turun menggunakan elevator. Berkeliling melihat-lihat restoran yang ada, rata-rata menggiurkan dan ramai. Selain “Ramen Street”, banyak juga tempat makan yang lain. Toko-toko yang lucu, jalanannya juga nyambung sampai ke sisi Marunouchi. Kami tidak lanjut jalan, melainkan langsung antri di salah satu tempat ramen.

Selesai makan kembali ke area pertokoan, berfoto dan melihat stationary lucu. Sumikkogurashi, Crayon Shinchan, Disney, lumayan lengkap juga jadi tidak perlu jauh-jauh mencari official store-nya. Sehabis belanja, kami membeli Matcha Ice Cream yang dibalut kue cangkang monaka. Yang bahannya seperti Taiyaki juga, semacam wafer garing tapi ternyata terbuat dari nasi/mochi (Tepung beras) kata Google.

Selesai dari Tokyo Station, kami pun berjalan pulang. Tak disangka hari ini melelahkan juga, anak mulai cranky. Tidak mau dengar orang tua bicara, berontak-berontak di dalam stroller sampai hampir jatuh. Padahal suasana Natal lagi bagus untuk difoto, jadinya hanya berfoto sebentar di bawah pohon lalu kami membujuk Emma supaya mau segera beristirahat di dalam kamar hotel.

Feel free to comment