Perbedaan format Audio/Video

“MP3 itu apa? MP1 dan MP2? Ada sampai MP-berapa?”, tanya anak usia 7 tahun ketika melihat lagu diputar di car audio.

  • MP = singkatan dari MPEG (Moving Picture Experts Group), organisasi yang membuat standar kompresi audio dan video.
  1. MP1 (MPEG-1 Audio Layer I)
    • Generasi awal format audio terkompresi.
    • Kurang efisien, ukuran file besar, kualitas tidak terlalu baik dibanding penerusnya.
    • Jarang dipakai sekarang, contoh file: lagu_audio.mp1 (sangat jarang ditemui).
  2. MP2 (MPEG-1 Audio Layer II / MPEG-2 Audio)
    • Lebih baik dari MP1.
    • Masih dipakai dalam siaran radio digital (DAB) atau siaran TV digital (DVB).
    • Contoh file: audio_radio.mp2.
  3. MP3 (MPEG-1 Audio Layer III)
    • Format audio terkompresi paling populer.
    • Kompresi efisien, ukuran lebih kecil dengan kualitas cukup baik.
    • Contoh: lagu.mp3.
  4. MP4 (MPEG-4 Part 14)
    • Bukan hanya audio, tapi wadah (container format).
    • Bisa menyimpan video, audio, teks (subtitle), gambar dalam satu file.
    • Contoh: film.mp4.

🔹 Format Audio Lain

  • WAV:
    • Format audio mentah (raw), biasanya tidak terkompresi.
    • Kualitas tinggi, ukuran besar.
    • Dipakai di rekaman studio atau editing.
    • Contoh: rekaman.wav.
  • FLAC (Free Lossless Audio Codec):
    • Kompresi lossless (tidak hilang kualitas).
    • Ukuran lebih kecil dari WAV tapi kualitas tetap sama.
    • Digemari audiophile.
    • Contoh: musik.flac.
  • WMA (Windows Media Audio):
    • Format audio milik Microsoft.
    • Ada versi lossy dan lossless.
    • Kurang populer dibanding MP3/FLAC.
    • Contoh: lagu.wma.

🔹 Format Video (Container)

  • MOV:
    • Format milik Apple (QuickTime).
    • Bisa menyimpan audio, video, teks.
    • Sering dipakai untuk editing video.
    • Contoh: video.mov.
  • MKV (Matroska Video):
    • Format wadah open-source.
    • Bisa menampung video, audio, subtitle, bahkan beberapa track audio sekaligus.
    • Populer untuk film/anime.
    • Contoh: film.mkv.
  • AVI (Audio Video Interleave):
    • Format lama buatan Microsoft.
    • Mendukung banyak codec tapi ukuran biasanya besar.
    • Contoh: video.avi.

🔹 Kesimpulan

  • MP1 & MP2 ada, tapi jarang dipakai sekarang.
  • MP3 = audio terkompresi paling populer.
  • MP4 = wadah multimedia (bukan hanya audio, bisa video, subtitle, dll).
  • WAV & FLAC = audio kualitas tinggi (lossless).
  • WMA = audio Microsoft.
  • MOV, MKV, AVI = format wadah untuk video/audio.

📊 Tabel Perbandingan Format Audio & Video

FormatJenisKompresiKualitasUkuran FileKegunaan Utama
MP1AudioLossy (awal)Rendah–sedangBesarFormat lama, jarang dipakai
MP2AudioLossySedangSedangSiaran radio/TV digital (DAB, DVB)
MP3AudioLossySedang–baikKecilMusik digital, portable player
MP4Wadah (Audio+Video+Teks)Bergantung codec (lossy/lossless)BervariasiBervariasiVideo online, streaming, film
WAVAudioTidak dikompresiSangat tinggiSangat besarStudio rekaman, editing
FLACAudioLosslessSangat tinggiBesar (tapi lebih kecil dari WAV)Koleksi musik audiophile
WMAAudioLossy/Lossless (proprietary Microsoft)Sedang–baikSedangMusik di Windows, dulu populer
MOVWadah (Apple QuickTime)Bergantung codecBervariasiBervariasiEditing video, Apple ecosystem
MKVWadah (open-source)Bergantung codecBervariasiBervariasiFilm, anime, banyak subtitle & audio
AVIWadah (Microsoft)Bergantung codecBervariasiBiasanya besarVideo lama, kompatibilitas luas

📝 Catatan penting:

  • Lossy = kualitas berkurang karena kompresi (misalnya MP3, MP2).
  • Lossless = kualitas asli tidak hilang, meski dikompresi (misalnya FLAC).
  • Wadah (container) = hanya “tempat penyimpanan” yang bisa berisi berbagai codec (MP4, MKV, AVI, MOV).

🔹 MKV vs MP4

Keduanya adalah wadah (container format), bukan format audio/video itu sendiri.
Bedanya:

MP4 (MPEG-4 Part 14)

  • Standar resmi dari MPEG.
  • Sangat luas dipakai (YouTube, iTunes, HP, TV, hampir semua player bisa baca MP4).
  • Biasanya berisi:
    • Video (codec populer: H.264/AVC, H.265/HEVC)
    • Audio (AAC, MP3, kadang AC3)
    • Subtitle (srt, vtt)
  • Lebih ketat aturannya, jadi kompatibilitas tinggi.

👉 Bisa dibilang format universal untuk distribusi online.


MKV (Matroska Video)

  • Open-source project, bukan standar MPEG.
  • Lebih fleksibel: bisa menampung apa saja, misalnya:
    • Video dengan berbagai codec (H.264, H.265, VP9, AV1, bahkan lama seperti MPEG-2)
    • Audio banyak track (misalnya 5 bahasa sekaligus: Jepang, Inggris, Indonesia)
    • Subtitle banyak (softsub, bisa dipilih)
    • Metadata, chapter, cover art
  • Dipakai luas di film/anime yang diunduh karena bisa menampung banyak konten dalam satu file.

👉 Lebih kaya fitur, tapi kompatibilitasnya lebih rendah (tidak semua TV/HP bisa langsung buka MKV).


🔹 Jadi, apakah MKV bagian dari MP4?

Tidak.

  • MP4 = standar resmi MPEG.
  • MKV = format alternatif buatan komunitas (Matroska).

Mereka sama-sama wadah (container), tapi berdiri sendiri.
Ibaratnya:

  • MP4 = koper standar internasional, bisa masuk semua bandara.
  • MKV = koper custom, bisa muat banyak barang unik, tapi tidak semua bandara (player) terima.


🔹 Kenapa MP3 Lebih Efisien dari MP2?

  1. Teknik Kompresi Lebih Canggih
    • MP3 adalah MPEG-1 Audio Layer III, generasi setelah MP2 (Layer II).
    • MP3 menggunakan psychoacoustic model yang lebih maju → membuang suara yang dianggap tidak bisa didengar manusia (misalnya suara terlalu lemah tertutup suara lain).
    • Hasilnya: ukuran lebih kecil tapi tetap terdengar “cukup mirip” dengan aslinya.
  2. Bitrate Lebih Rendah, Kualitas Tetap Baik
    • MP2 butuh bitrate tinggi (256–384 kbps) untuk hasil yang layak.
    • MP3 bisa terdengar bagus di 128–192 kbps, bahkan masih oke di 96 kbps untuk telinga biasa.
    • Itu sebabnya MP3 jadi standar musik digital di era 2000-an.
  3. Dukungan Perangkat
    • MP3 jadi lebih populer karena hampir semua pemutar musik, HP, komputer, bahkan mobil, bisa membaca MP3.
    • MP2 lebih terbatas, biasanya di radio digital & penyiaran TV.


🔹 Apa itu Bitrate?

  • Bitrate = jumlah data audio yang dikodekan per detik.
  • Satuan: kbps (kilobit per second).
  • Semakin tinggi bitrate:
    • Kualitas audio lebih bagus (detail lebih jelas).
    • Ukuran file lebih besar.
  • Contoh:
    • 128 kbps → kualitas standar (setara CD kaset MP3 lama).
    • 192 kbps → kualitas bagus (umum di MP3).
    • 320 kbps → kualitas sangat bagus, hampir seperti CD asli.

👉 Analogi: bitrate itu seperti ketebalan cat di lukisan digital: makin tebal (tinggi bitrate), makin mirip aslinya, tapi butuh lebih banyak cat (file besar).


🔹 Evolusi Format Audio Digital

  1. MP1 (MPEG-1 Audio Layer I, 1989)
    • Versi pertama dari audio terkompresi.
    • Butuh bitrate tinggi, kualitas terbatas.
    • Sekarang sudah usang.
  2. MP2 (MPEG-1 Audio Layer II, 1993)
    • Lebih baik dari MP1.
    • Masih dipakai di siaran digital (radio/TV).
    • Efisiensi rendah dibanding MP3.
  3. MP3 (MPEG-1 Audio Layer III, 1993–2000-an booming)
    • Kompresi efisien dengan kualitas oke.
    • Jadi standar musik digital (Winamp, iPod, HP).
    • Masih populer, meski ada penerusnya.
  4. AAC (Advanced Audio Coding, ~1997)
    • Penerus MP3, bagian dari standar MPEG-4.
    • Lebih efisien: kualitas lebih baik di bitrate sama.
    • Dipakai di YouTube, iTunes, Spotify, Apple Music.
  5. OGG Vorbis (~2000)
    • Format open-source, bebas lisensi.
    • Kualitas bagus, tapi tidak sepopuler AAC/MP3.
    • Banyak dipakai di game (misalnya file audio di game PC).
  6. WMA (Windows Media Audio, 2000-an)
    • Buatan Microsoft.
    • Ada versi lossy & lossless.
    • Sekarang jarang dipakai.
  7. FLAC (Free Lossless Audio Codec, 2001)
    • Kompresi lossless → kualitas sama persis dengan CD.
    • Ukuran lebih kecil dari WAV, tapi tetap besar.
    • Favorit audiophile.
  8. Opus (2012, IETF)
    • Format modern, open-source.
    • Sangat fleksibel: bisa bitrate rendah (telepon/VOIP) sampai tinggi (musik).
    • Dipakai di Discord, WhatsApp, WebRTC, Zoom.
    • Saat ini dianggap salah satu codec audio terbaik.

🔹 Ringkas dalam Tabel

EraFormatJenisCatatan Utama
1989MP1LossyAwal percobaan, kualitas rendah
1993MP2LossyDipakai di siaran digital
1993MP3LossyRevolusi musik digital
1997AACLossyPenerus MP3, dipakai streaming modern
2000OGG VorbisLossyOpen-source, banyak di game
2000WMALossy/LosslessMicrosoft, sekarang jarang
2001FLACLosslessFavorit audiophile
2012OpusLossy/Lossless adaptifCodec modern, sangat efisien

🔹 Apa itu Codec?

  • Codec = singkatan dari Coder-Decoder (atau Compressor-Decompressor).
  • Fungsinya:
    1. Mengompresi (mengecilkan ukuran) file audio/video supaya hemat ruang & mudah dikirim.
    2. Mendekompresi (memutar kembali) file supaya bisa didengar/dilihat.

👉 Tanpa codec, file audio/video bisa terlalu besar untuk disimpan/streaming.

Analogi:

  • Codec itu seperti cara melipat pakaian:
    • Pakaian (data asli) bisa besar dan makan tempat.
    • Dilipat dengan teknik tertentu (codec), jadi lebih ringkas.
    • Saat mau dipakai lagi (play), pakaian dibuka kembali.

🔹 Codec vs Format File

  • Codec = cara kompresinya (misalnya: MP3, AAC, Opus, H.264, HEVC).
  • Format File / Container = “wadah” yang menyimpan codec + metadata (misalnya: MP4, MKV, AVI, WAV).

Contoh:

  • MP4 file bisa berisi audio AAC + video H.264.
  • MKV file bisa berisi audio Opus + video AV1.
  • Jadi wadah (container) ≠ codec.


🔹 Apa itu H.264?

  • H.264 (juga disebut AVC – Advanced Video Coding) adalah codec video yang paling populer di dunia.
  • Dikembangkan sekitar 2003.
  • Dipakai di: YouTube, Zoom, Netflix (resolusi standar), kamera CCTV, smartphone, dll.
  • Kelebihan:
    • Kompresi efisien (ukuran kecil, kualitas bagus).
    • Didukung hampir semua perangkat (TV, HP, laptop).

👉 Jadi H.264 = “MP3”-nya dunia video: standar global.


🔹 Apa itu x264?

  • x264 = software encoder open-source untuk H.264.
  • Artinya, H.264 adalah standar codec, sedangkan x264 adalah alat/program yang bisa membuat video H.264.
  • Ada juga encoder lain (misalnya dari Apple, Nvidia, Intel), tapi x264 terkenal karena gratis & kualitas tinggi.

Analogi:

  • H.264 = resep masakan.
  • x264 = juru masak yang mengikuti resep itu.
  • Bisa ada banyak juru masak (encoder berbeda), tapi hasil akhirnya tetap makanan sesuai resep (video H.264).

🔹 Codec Video Lainnya

Setelah H.264, ada generasi berikutnya:

  1. H.265 / HEVC (High Efficiency Video Coding, 2013)
    • Lebih efisien dari H.264 (file bisa setengah ukuran).
    • Dipakai Netflix 4K, Blu-ray 4K.
    • Kekurangan: butuh komputer/HP lebih kuat, lisensi rumit.
  2. VP9 (2013, Google)
    • Open-source, saingan H.265.
    • Dipakai YouTube untuk video 4K.
  3. AV1 (2018, Alliance for Open Media: Google, Netflix, Amazon, Apple, Microsoft, dll.)
    • Codec masa depan, gratis & open-source.
    • Lebih efisien dari H.265 & VP9.
    • Dipakai Netflix, YouTube, TikTok untuk 4K/8K.

🔹 Ringkas Perbandingan Video Codec

CodecTahunEfisiensiDigunakan di
H.264 / AVC2003StandarYouTube, Zoom, CCTV, kamera HP
H.265 / HEVC2013~50% lebih efisien dari H.264Netflix 4K, Blu-ray 4K
VP92013Mirip H.265YouTube 4K
AV12018Lebih efisien, open-sourceNetflix, YouTube, TikTok

👉 Jadi:

  • H.264 = codec standar.
  • x264 = encoder/software yang membuat video H.264.
  • Sekarang ada codec lebih baru (H.265, VP9, AV1) untuk video berkualitas tinggi (4K, 8K).

Feel free to comment