Osaka [2015.03.27-2015.03.28]

JUMAT, 27 MARET 2015

PANO_20150327_151742

Sekitar pukul 8 waktu setempat kita semua sampai di Kansai International Airport (KIX). Di imigrasi agak lama, turis di depan kita entah kenapa disuruh bolak balik isi form atau benerin data diri sampai diminta tiket pulang baru dikasih lewat. Setelah ambil bagasi kena jackpot koper saya disuruh buka sama petugas, tapi petugasnya sopan banget. Koper saya diangkat ke meja, trus sambil koper dibuka saya ditanya-tanya apakah membawa bawa barang titipan teman dari Jepang? Saya jawab tidak, ditanya lagi tujuan ke Jepang liburan atau bisnis? Saya jawab lagi “liburan”, ditanya lagi “berapa orang?” Saya jawab 6 orang, lalu ditanya lagi “berapa lama?” Saya jawab 12 hari, dia jawab “wow”. Koper saya ditutup, diturunkan kembali, kemudian dibilang thank you dan have fun.

Setelah itu langsung ke kantor pos di lantai 2 untuk mengambil wifi yang telah saya pesan dari japan-wireless, kemudian membuat ICOCA. Kami bertanya arah ke Fukushima Station ke petugas, kemudian sambil menunggu kereta saya membaca-baca user manual wifi: cara menyalakannya, cara melihat password, dan lain sebaginya.

IMG_0381 IMG_0340

Turun di Fukushima Station, kami mengikuti map ke J-Hoppers (map uda print sebelumnya). Ternyata jaraknya dekat, jalanannya bagus warna warni dan tidak berlubang. Sampai hostel disambut resepsionis imut-imut, Aya namanya kalau tidak salah. Isi form data diri, bayar, kemudian karena check-in jam 3 sore, barang kita taruh dulu di storage room. Harga sewa kamar di sini per malam per orang adalah sebesar 3,300 (tiga ribu tiga ratus) yen.

Kita tanya bisa tidak numpang mandi dulu, dijawab bisa.

“Sewa handuk berapa duit?”

Small towel 30 yen, large towel 70 yen.”

Kita ambil yang large towel, lalu kita bertanya lagi 70 yen itu per hari atau bagaimana? Dia agak bingung, dia bilang “ya 70 yen itu per handuk. Kalo masih mau dipake simpan aja pas check out baru balikin”, kita serempak jawab “ooo”.

Karena kamar mandinya hanya 3, jadi kita gantian mandi. Ferry dan Nick pergi dulu ke 7-11 untuk membeli tiket “Gundam Front” dan ‘Lawson’ untuk membeli tiket “Ghibli Museum” dan “Fujiko Museum”, ternyata ketika mau beli harus memasukkan nama Jepang dan petugas 7-11/Lawson waktu itu tidak bisa Bahasa Inggris. Jadi mereka kembali ke hostel untuk meminta dibuatkan nama jepang, baru bisa membeli tiket “Gundam Front” seharga 1,000 (seribu) yen.

Selesai mandi kita diberi tahu kalau kamarnya sudah kosong tetapi belum dibersihkan, jadi koper kita bisa diangkut ke kamar tapi jangan dulu dikeluarkan isinya. Cowo-cowo dapat di lantai 4, cewe-cewe di lantai 5. Karena tidak ada lift, jadi angkut-angkutlah kami melewati tangga yang agak curam dan sempit. O ya kamar mandinya juga kecil tapi sangat bersih, sudah ada sabun shampoo juga.

Selesai mandi, kami makan siang di ‘Yoshinoya’. Di sini ada pork, dan rasanya juga enak. Selesai makan kami melanjutkan tujuan pertama kami yaitu ke Osaka Castle. Cuaca lagi sangat-sangat bersahabat, cerah tapi anginnya dingin. Sambil jalan lewat taman “Osaka Castle” kita foto-foto, sebelum masuk castle foto-foto lagi.

Sakura
Sakura

Yoshinoya Pork [550 Yen]
Yoshinoya Pork [550 Yen]
IMG_20150327_134005

Masuk castle kita antri untuk naik lift, trus saya memisahkan diri dari rombongan karena melihat ada tulisan free audio guide di resepsionis. Saya bilang untuk 6 orang, dan sambil dijelaskan ternyata yang lain sudah duluan naik lift.

Petugasnya sudah menjelaskan, bahwa di audio guide itu ada alarm yang akan berbunyi jika dibawa keluar melewati gerbang castle. Tapi karena yang lain sudah duluan naik lift, jadi saya harus antri lagi untuk naik lift. Antrian yang ada sudah panjang sampai keluar melewati gerbang castle. Mau tidak mau saya harus membawa audio guide itu melewati gerbang castle untuk mengikuti antrian, begitu melewati gerbang castle bunyilah alarmnya.

Saya masuk lagi ke dalam gerbang dan dihampiri petugasnya diingatkan lagi baik-baik kalau tidak boleh keluar gerbang. Sayatanya kalau mau antri bagaimana? Dia bilang “oh rombongannya sudah duluan ya?”, kemudian dia mendekati petugas lift untuk menyelipkan saya. Kemudian dia minta maaf sama orang-orang di belakang karena sudah menyelipkan saya. Saya jadi merasa tidak enak sekaligus terharu.

Osaka Castle
Osaka Castle

IMG_20150327_152354

Osaka Castle
Osaka Castle

Sehabis dari “Osaka Castle” kita ke “Pokemon Center” di “Umeda Department Store” lantai 13. Di seberang “Pokemon Center” ada ‘Uniqlo’. Lihat-lihat dan beli, setelah itu lanjut ke Dotonbori. Jalan-jalan nanya orang di mana “Glico Man” tetap tidak ketemu, lihat ‘Lawson’ mampir sebentar sekalian mau beli tiket “Ghibli-Fujiko” karena tadi baru beli tiket “Gundam Front” saja.

Pokemon Center
Pokemon Center

Untuk tiket “Ghibli Museum” sudah habis, dan tiket “Fujiko F Fujio Museum” juga ketika mau beli kita bingung setelah memasukkan nama jepang tombol “OK/Submit” atau sejenisnya yang mana sampai akhirnya ada petugas yang bisa Bahasa Inggris datang membantu. Selesai beli tiket “Fujiko Museum” akhirnya buka “Google Map” untuk mencari jalan ke “Glico Man”. Sambil jalan kami melihat ada ‘takoyaki’ seharga 300 (tiga ratus) yen untuk 3 buah, dan 500 (lima ratus) yen untuk 6 buah. Kami membeli yang 6 buah. Takoyaki-nya enak, hangat. Akhirnya sampai di “Glico Man”, foto-foto, kemudian mencari makan malam.

Masuk ke tempat makan ‘ramen’ yang ternyata waiting list, tetapi karena kita antrian pertama jadi diputuskan untuk menunggu saja. Sepertinya tempat makan ini lumayan terkenal, ada beberapa tanda tangan yang dipajang di dinding mungkin tanda tangan selebritis. Tak lama kemudian antrian ternyata semakin memanjang. Saya melihat menu dan pesan ramen yang kuahnya merah, saya pikir pedas ternyata merah karena tomat. Tapi rasanya unik, kuahnya asam segar karena tomat. Harganya 500-700 yen lupa, yang pasti tidak sampai 800 (delapan ratus) yen.

 

Osaka Castle Park
Osaka Castle Park
Osaka Castle Park
Osaka Castle Park

                SABTU, 28 MARET 2015

PANO_20150328_073645

Kami mendapat informasi dari hostel bahwa “Universal Studio” buka jam 8 pagi ketika weekend. Sekitar pukul setengah 8 kami sudah sampai di “Universal Studio”, langsung cari Express Pass ternyata sold out. Untuk tiket masuknya sendiri kami sudah beli di Panorama Tours seharga 6,980 (enam ribu sembilan ratus delapan puluh) yen. Kurang lebih pukul 8 gerbang dibuka, tapi ada antrian khusus yang bisa masuk duluan. Entah antrian Express Pass atau Annual Pass.

Akhirnya giliran antrian kita masuk, ransel tidak dicek, jadi bisa bawa makanan, minuman, atau cemilan. Langsung lari ke “Wizarding World of Harry Potter”, ternyata harus ambil tiket timed entry dulu. Dikasih tahu arahnya, lari lagi ke sana. Ketika sampai ada petugas yang bilang 1 rombongan cukup 1 orang saja yang antri, tapi tiket masuknya dititipkan ke yang antri.

Universal Studio Globe
Universal Studio Globe

IMG_20150328_073359

Dapat yang pukul 9:05 pagi, kita ke sana masih 8:45 tidak dikasih masuk. Disuruh minggir dulu, nunggu 15-20 menit akhirnya diperbolehkan masuk. Selagi antri main “Harry Potter and the Forbidden Journey”, saya mengantri beli Butterbeer seharga 1,100 (seribu seratus) yen sudah termasuk souvenir gelas yang ada tulisan “Butterbeer”. Antrian wahananya cepat, kira-kira 1 jam lebih.

Wizarding World of Harry Potter
Wizarding World of Harry Potter

Antrian di dalam castle-nya seru, tidak bosan karena di dinding-dinding castle ada foto-foto yang bergerak, ruang kerja Dumbledore, ada Harry-Hermione-Ron juga. Tapi karena di-dubbing Bahasa Jepang, setiap kali Hermione berbicara saya seperti mendengar Shizuka yang di “Stand by Me Doraemon” yang berbicara.

Sebelum main kita harus taruh barang dulu di locker, gratis. Permainannya sangat seru, kata Nick lebih bagus dibanding Transformers USS. Sehabis itu ambil barang di locker, dan ternyata tali ransel saya kejepit pintu locker yang lain. Panggil petugasnya, tapi kata petugasnya karena security reason dia tidak diperbolehkan membuka pintu lemari locker, jadi mau tidak mau harus menunggu yang pemegang kunci datang.

Setelah urusan tas di locker beres, kami lanjut keluar dan mampir di toko souvenir. Saya membeli “Chocolate Frog” khas Harry Potter seharga 1,200 (seribu dua ratus) yen. Cokelatnya sebesar telapak tangan berbentuk kodok dengan rasa milk chocolate, dan di dalam bingkisan juga ada kartu salah satu tokoh yang ada di Harry Potter. Saya mendapatkan Dumbledore!

Butterbeer
Butterbeer

IMG_20150328_091418

Hogwarts School of Witchcraft and Wizardy
Hogwarts School of Witchcraft and Wizardy

Selesai dari Harry Potter, kita mencari makan. Saya memesan “BBQ Burger Set” dan Agnes memesan “Avocado Cheese Burger”, masing-masing seharga 1,580 (seribu lima ratus delapan puluh) yen sudah termasuk burger, kentang, dan minum. Seusai makan siang kita antri buat nonton Evangelion 4D. Waktu itu lagi ada event Cool Japan jadi Shrek 4D diganti Evangelion. Sudah antri dan masuk ruangan, ternyata salah film malah Sesame Street. Kita keluar, trus nonton Terminator 2 dulu. Lumayan keren ada Arnold tiruan, tapi karena ngomong Jepang jadi serasa nonton anime.

Keluar dari Terminator ternyata antrian Evangelion sudah sangat panjang, sampai ada yang bawa tikar dan bekal. Antri sampai bosan, kira-kira 2 jam lebih buat nonton Evangelion. Sensasinya mirip-mirip Terminator, kursinya berguncang sesuai cerita film tetapi kali ini ada cipratan air juga. Sehabis dari Evangelion kita nonton “Water Works”, kata Nick sama kayak yang di Singapore. Jadi kita duduk di paling belakang, karena baris-baris depan biasanya bakal kena siraman air.

IMG_20150328_133931 IMG_20150328_121243

Sehabis dari “Water Works”, kita mampir bentar ke “Back Draft”. Cara-cara buat ledakan di film-film Holywood, tidak terlalu paham karena penjelasannya juga menggunakan Bahasa Jepang. Selesai dari “Back Draft”, Nick mengantri “Spiderman”. Kita yang sudah capek antri memilih untuk berpisah, jalan-jalan santai saja dan berfoto-foto.

Water Works
Water Works

IMG_20150328_180527 IMG_20150328_175343 IMG_20150328_182700

Jam 8 antri di trotoar untuk menyaksikan “Magical Starlight Parade”, kita dibaris kedua disuruh berdiri. Tapi karena kita lihat yang lain masih duduk jadi kita ikut duduk lagi. Petugasnya datang lagi minta berdiri baru akhirnya semua berdiri, meskipun sudah peringatan kedua petugasnya masih tetap sangat sopan. Setelah itu pulang, beli bento di Lawson dekat hostel untuk makan malam.

Bento
Bento
Magical Starlight Parade
Magical Starlight Parade
Arabian Nights
Arabian Nights
Cinderella
Cinderella

IMG_20150328_221121

Advertisements

Feel free to comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s