Kyoto [2015.03.28-2015.03.29]

MINGGU, 29 MARET 2015

Check-out kurang lebih jam 7 pagi, dan karena resepsionis belum buka (bukanya jam 8 kalau tidak salah) jadi kunci kamarnya di-drop di tempat yang uda disediakan. Tempat taruh kuncinya lucu, kreatif. Dihiasi jadi semacam mulut orang, J-Hoppers Osaka ini memang hostel yang paling kecil dan unik.

aaaaa
aaaaa

Langsung menuju ke Shin-Osaka Station untuk mencoba naik Shinkansen dari Osaka ke Kyoto. Perjalanan kurang lebih 15 menit dengan harga kurang lebih 1,500 (seribu lima ratus) yen. Tapi memang keretanya tidak terasa bergoyang, mungkin karena menggunakan magnet. Keretanya berasa cepat ketika di luar kota, ketika masih di dalam kota rasanya biasa saja.

Di dalam Shinkansen
Di dalam Shinkansen

Sesampai di Kyoto Station, langsung nyari jalan menuju K’s House. Cuaca memang sudah mulai mendung dan gerimis, tapi karena kita semua pakai jaket yang ada hoodie jadi cuek saja. Di tengah jalan sambil kebingungan arah, liat ada Lawson, sekalian beli payung transparan saja buat dipake jalan. 540 (lima ratus empat puluh) yen kalau tidak salah, lumayan besar sehingga bisa untuk 2 orang.

Sampai hostel, seperti biasa belum bisa check-in tapi sudah bisa taruh barang. Untungnya, ada lift. Kami cowo-cowo di lantai 6, Japanese Style Room, kamar tatami. Sedangkan cewe-cewe di lantai 3 tapi beda gedung, yang ini tidak ada lift. Tapi mending lah angkat koper 3 lantai dibanding 5 lantai. Tangganya juga lebih luas dan tidak terlalu curam. Untuk kamar cowo kena harga 3,300 (tiga ribu tiga ratus) yen per orang per malam, sedangkan untuk kamar cewe seharga 3,400 (tiga ribu empat ratus) yen per orang per malam.

Setelah siap, kami berangkat menuju Gereja untuk mengikuti Misa Minggu Palma. Ketika mau berangkat dari hostel, ketemu rombongan dari Indonesia juga tepatnya Palembang. Mereka entah mau ke mana, tapi katanya malam mau check-out menuju Tokyo. Kyoto memang kotanya cantik, kalinya bersih, di pinggir kali ada pohon jeruk dan sakura. Ada buah jeruknya juga, dan sepertinya tidak ada yang iseng metik.

Sampai di Gereja, Misa, foto-foto sebentar, kemudian lanjut cari makan. Siang itu kita makan Ootoya, saya memesan chicken katsu set seharga 1,780 (seribu tujuh ratus delapan puluh) yen sudah termasuk nasi, chicken katsu, dan miso soup. Ootoya di Jakarta adanya di mal mahal semacam “Pacific Place”, di sini restaurant kecil lantai 2. Tapi memang pelayannya lumayan bisa Bahasa Inggris jadi bisa minta air hangat.

masih belum terlalu ngebut
masih belum terlalu ngebut
iiii setan
iiii setan
Ootoya's Chicken Katsu Set Menu
Ootoya’s Chicken Katsu Set Menu

Selesai makan, kita lanjut ke Fushimi Inari. Ternyata begitu sampai tidak langsung disuguhkan ribuan ‘torii’, tetapi kuil-kuil untuk berdoa. Setelah lihat peta, baru ketahuan ribuan torii itu harus jalan lagi ke belakang. Jalan ke lokasi ternyata sangat ramai dengan turis asing, sangat susah untuk mendapatkan foto ribuan torii tanpa orang lain.

Kaki uda mulai letih naik tangga-tangga, sampai di satu tempat peristirahatan ada toko, kuil kecil, toilet, peta juga. Buang air kecil di toilet, ternyata toiletnya tidak ada air. Jadi agak bau juga, lihat peta dan cari referensi tempat foto yang bagus di internet, akhirnya kita memutuskan untuk naik setengah gunung.

Akhirnya setelah keringetan sampai juga di tempat yang bagus itu, ada tempat makan juga. Tapi karena memang cuacanya agak mendung, pemandangan kota Kyoto jadi tidak terlalu kelihatan. Setelah selesai foto-foto, kita turun dan lanjut ke tempat berikutnya. Ada jalan lain untuk pulang, tidak perlu melewati ribuan torii itu. Cuma jalannya lewat rumah-rumah penduduk, dan lewatin kuburan juga.

Kucing
Kucing
berkabut T__T
mendungggg T__T

Ke Kiyomizudera kita jalan kaki dari stasiun kereta api terdekat, tapi memang jalannya lumayan nanjak dan jauh kurang lebih 1 kilometer. Sampai di Kiyomizudera sudah sore, foto-foto sebentar di lapangannya kemudian ada pengumuman kalau tiket masuk sudah mau ditutup. Akhirnya kita beli tiket masuknya dulu, dan memang di dalam juga cantik.

Jadi ketika masuk memang kita tidak ke tempat berdoanya, tapi jalan mengelilingi kuilnya. Karena kuilnya ada di atas bukit, jadi kita bisa lihat bukit dan pohon-pohon. Ada sakura yang belum mekar, pohon bunga putih (mungkin sakura juga), dan lain- lain. Kompleknya sangat cantik, sehingga banyak juga yang foto prewedding di sini.

Di jalan pulang, kita lihat ada antrian. Ternyata itu antrian ke Kiyomizudera lagi, tapi untuk event malam spring illumination, kuilnya akan dinyalakan dengan lampu-lampu sehingga semakin cantik. Sambil jalan pulang di kiri-kanan jalan banyak toko pernak-pernik dan cemilan juga. Setelah mampir sana-sini, kita lanjut ke Gion buat mencari geisha dan makan malam.

Di Gion kita mencari geisha tetapi tidak nemu, sudah masuk gang-gang juga malah gelap dan sepertinya banyak bodyguard jadi tidak berani. Karena sudah lapar, akhirnya kita mencari makan malam saja. Kami melihat ada restaurant okonomiyaki yang ramai, jadi kita juga berniat mencoba di situ. Restaurant-nya hanya memiliki 1 menu, okonomiyaki seharga 680 (enam ratus delapan puluh) yen. Di tiap meja ada boneka geisha untuk menemani tamu, di sini juga jual soda merk ‘Ramune’ yang katanya sudah terkenal sejak lama. Mereka mencobanya, per botol 220 (dua ratus dua puluh) yen. Di dalam botolnya ada kelereng yang katanya untuk menutup agar gas sodanya tidak keluar, tapi sepertinya tidak terlalu berpengaruh.

 

mainstream abieeees
mainstream abieeees
Gion
Gion
Okonomiyaki
Okonomiyaki
Kiyomizudera Entrance Ticket
Kiyomizudera Entrance Ticket

SENIN, 30 MARET 2015

Pagi langsung check-out, dan titip barang di storage room-nya. Handuknya masih disimpan karena rencana mau mandi sebelum berangkat ke Tokyo dengan menggunakan bus malam Willer Express, sewa handuknya 100 (seratus) yen. Harga bus malam 4,789 (empat ribu tujuh ratus depalan puluh Sembilan) yen. Selesai beres-beres, dari rencana 7:30 jadi 8:30 kira-kira baru jalan berangkat menuju Arashiyama.

JR Kyoto Station
JR Kyoto Station

Keluar dari Arashiyama Station, jalan kaki lagi. Di sepanjang jalan banyak toko cemilan, kita beli dango. Ada yang rasa biasa cuma warnanya warna-warni, ada juga yang dilumuri semacam saos jadi ada rasa asinnya juga. Enak. Akhirnya sampai di “Togetsukyo Bridge”, foto-foto di dekat situ agak lama karena sekalian juga ada yang ke toilet dan pemandangannya terlalu cantik untuk tidak diabadikan.

Habis itu jalan melewati “Bamboo Groves” dan beli tiket Sagano Railway seharga 620 (enam ratus dua puluh) yen untuk sekali perjalanan dari “Torokko Kameoka Station” ke “Torokko Saga Station”. Karena waktu itu jam 12 siang dan kita belum makan, kita belinya yang jam 2 siang bukan jam 1 biar ada waktu buat makan siang dulu. Kita makan siang udon di stasiun kereta apa gitu, kuah udonnya enak banget. Pengen nambah lagi rasanya.

Bamboo Grooves
Bamboo Grooves

Selesai makan siang kita kembali ke “Torokko Kameoka Station” tetapi mampir dulu ke Tenryuji Temple, dengan membayar 500 (lima ratus) yen. Taman di “Tenryuji Temple” sangat cantik, dengan bebatuan dan pohon juga berbagai macam bunga. Ada juga kolam kecil dengan patung (dewa?) kodok untuk dilempari koin disertai dengan permohonan, saya melempari koin 500 (lima ratus) rupiah.

IMG_20150330_133225 IMG_20150330_133251

Setelah sampai di Torokko Kameoka Station kami masih harus menunggu dulu karena kereta belum tiba, sempat tidur-tiduran sebentar di kursi tunggu karena lumayan kelelahan habis jalan-jalan. Akhirnya kami diperbolehkan menunggu ke peron dan menunggu sebentar keretanya datang. Kereta kuno dan romantic pun datang, dan kita semua masuk dan duduk.

Sepanjang perjalanan kita akan disuguhkan pemandangan yang sangat cantik, terkadang laju kereta menjadi pelan dan sang masinis akan menjelaskan sesuatu tetapi dalam Bahasa Jepang. Kita akan ditawari foto, tetapi sayangnya maksimal 4 orang karena kursinya hanya berisi 2 orang berhadap-hadapan. Hasil foto jika memang menarik bisa kita beli seharga 1,000 (seribu) yen.

Sesampai di tujuan kita mampir di toko souvenir dan membeli oleh-oleh seharga 1,080 (seribu delapan puluh) yen untuk 3 buah souvenir. Selesai beli oleh-oleh kita kembali ke “Saga Arashiyama Station” untuk kembali naik kereta menuju Kinkakuji. Sekitar 1 jam perjalanan akhirnya kita sampai juga di ‘Kinkakuji’.

Di ‘Kinkakuji’ juga ramai dengan turis asing, sehingga untuk mau berfoto harus rebutan, bukan antrian. Dengan membayar 400 (empat ratus) yen kita bisa masuk mengelilingi komplek kuil emas ini. Setelah selesai, kami makan nasi curry di dekat halte bus. Rumah makannya sederhana, dikelola oleh sepasang kakek-nenek.

IMG_20150330_173313 IMG_20150330_171017 IMG_20150330_171021 IMG_20150330_173153

Kembali ke hostel kami mandi, makan malam lagi beli bento di mini market terdekat, dan menunggu di ruang tunggu hostel lantai 2. Sekitar pukul 9 lebih kami berangkat menuju “Kyoto Station” dan mencari halte bus “Willer Express”. Setelah registrasi ulang, busnya datang, kami memasukkan koper ke bagasi dan duduk sesuai nomor.

Kyoto Tower from K's House Rooftop
Kyoto Tower from K’s House Rooftop

Tempat duduknya enak bisa ditidurin dan ada penutup kepala, petugasnya juga bisik-bisik sehingga tidak mengganggu penumpang yang lain, jendelanya ditutup tirai, benar-benar bus yang didesain untuk perjalanan malam. Busnya sempat berhenti di beberapa tempat untuk yang ingin ke toilet atau membeli minum, saya membeli minuman hangat dari vending machine. Ada kesenangan tersendiri ketika melihat penumpang yang lain sedang tertidur nyenyak dan saya tidak bisa tidur tetapi menikmati hot banana coffee milk, jauh dari negeri sendiri yang kita sebut ‘rumah’, jauh dari keluarga, berada di negeri orang lain, kota yang asing, tetapi anehnya, saya merasa damai.

Our Willer Night Bus
Our Willer Night Bus
Advertisements

One thought on “Kyoto [2015.03.28-2015.03.29]

Feel free to comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s