Pengalaman Perpanjang SIM

Lokasi: Satuan Penyelanggara Administrasi (SatPAs) SIM Daan Mogot

Hari/Tanggal: Jumat, 29 Januari 2016

Persiapan: Bawa KTP ASLI DAN SIM (yang akan diperpanjang, tentunya harus asli juga)

  1. Tiba di lokasi pagi sekitar jam 8an
  2. Fotocopy KTP dan SIM. Di sini ada 2 tempat fotocopy, biasanya mereka akan fotocopy lebih dari yang dibutuhkan sih buat jaga-jaga sepertinya biar tidak bolak-balik.
  3. Ke loket untuk mengambil berkas pemeriksaan kesehatan berwarna merah. Karena SIM daerah, kata petugasnya setahu dia baru 45 wilayah yang Jadi harus cek dulu apakah wilayah saya sudah online atau belum. Saya disuruh ke loket 21/22 untuk pengecekan tersebut, sebenarnya loket 21 untuk Perpanjang SIM A, sedangkan loket 22 untuk Perpanjang SIM C.

Namun sepertinya yang dibuka hanya loket 21 karena antrian tidak terlalu banyak, akan dijelaskan nanti kenapa saya bisa berasumsi demikian.

  1. Cek ke loket 21, untungnya wilayah saya sudah Thanks God. Oh yah, gedung untuk loket-loket ini berbeda dari gedung pemeriksaan kesehatan tadi. Saya namakan gedung loket-loket sebagai “Gedung SIM”, dan “Gedung Kesehatan” agar mempermudah penceritaannya. Dari Gedung Kesehatan ke Gedung SIM harus jalan kaki melewati parkiran motor, dan sepanjang jalan banyak yang menjual pensil dan berbisik “bikin baru atau perpanjang bos?

Langsung foto saja tidak perlu periksa kesehatan”. Ya, sepanjang jalan banyak calo. Untuk masuk ke Gedung SIM harus melepaskan jaket, mungkin tujuannya keamanan atau entah apa.

  1. Setelah yakin online, saya balik lagi ke Gedung Kesehatan untuk mengambil berkas pemeriksaan kesehatan. Untuk mengambil berkas tersebut harus bayar 25,000 (dua puluh lima ribu) rupiah dan disarankan membayar dengan uang pas. Fotocopy masing-masing SIM dan KTP juga diperlukan di sini.
  2. Selesai mengambil berkas itu kita langsung mengantri di ruang sebelahnya untuk pemeriksaan kesehatan. Yang diperiksa hanya tensi dan mata saja, mata untuk rabun jauh. Padahal di berkas tersebut ada tes untuk buta warna juga.
  3. Beres cek kesehatan, kita akan disuruh ke Gedung SIM untuk membayar di loket BRI. 75,000 (tujuh puluh lima ribu) rupiah untuk perpanjang SIM C, dan 80,000 (delapan puluh ribu) rupiah untuk perpanjang SIM A. Terima bukti bayar untuk masing-masing biaya perpanjang SIM, kemudian kita akan diminta ke loket asuransi.
  4. Asuransi untuk masing-masing SIM adalah sebesar 30,000 (tiga puluh ribu) rupiah, jadi total 60,000 (enam puluh ribu) untuk 2 SIM.
  5. Seusai bayar asuransi, saya disuruh ke loket pendaftaran untuk ambil form perpanjang SIM. Karena saya perpanjang 2 SIM, maka berkas hasil pemeriksaan kesehatan harus di-fotocopy. Jadi nantinya setiap form perpanjang SIM akan distaples dengan fotocopy SIM dan hasil periksa kesehatan tadi.
  6. Isi form perpanjang SIM tersebut (yang harus diisi depan-belakang loh). Form-nya hanya tentang data diri: nomor SIM, alamat, tinggi badan, jenis kelamin, golongan SIM yang akan diperpanjang (A/B/C), alamat darurat untuk dihubungi, dan lain-lain.
  7. Selesai mengisi form, kita bawa ke loket perpanjang SIM di loket 21/22 tadi. Siapkan fotocopy KTP dan SIM ASLI yang habis masa berlakunya. Kasih ke petugas, dan duduk sambil menunggu nama dipanggil. Selang beberapa menit, nama dipanggil, dikasih nomor antrian untuk proses identifikasi di loket 24 kalau tidak salah.
  8. Begitu masuk ruang loket 24, saya bingung harus melakukan apa karena sangat penuh. Kemudian petugasnya bilang ke loket 25 saja. Saya ke loket 25, dan ada petugas sombong dan pemalas bilang kalau proses identifikasi di loket 24. Saya bilang baru saja dari loket 24 dan disuruh ke sini. Dia berkali-kali Tanya meyakinkan saya apakah benar di sana sudah penuh?

Dalam hati kesal “ya ela pak ngapain juga boong?”. Akhirnya saya dipersilahkan duduk “duduk dulu tunggu sampai minimal 5 antrian baru bole lanjutin proses identifikasi”. Duduk tidak berapa lama langsung banyak antrian yang datang, ada juga yang menggunakan calo/kenalan. Jadi di dalam ruangan ini ada 2 petugas, petugas songong tadi untuk melayani kenalan atau yang menggunakan calo.

Sedangkan petugas yang sopan untuk melayani kita yang jujur. Ketika ruangan mulai penuh, petugas sombong bilang ke orang yang baru mau masuk “ke loket 26 ya. Tunggu saja pintunya dibuka, jangan diketok-ketok”. Ketika proses identifikasi, ternyata nomor antrian saya salah ditulis oleh petugas sebelumnya.

Nomor antrian tersebut adalah punya ‘Warsono’, jadi harus dicari dulu di computer nomor antrian saya. Setelah proses identifikasi (foto, sidik jari, kemudian tanda tangan digital untuk persetujuan), kita akan disuruh keluar ke loket 32 untuk pengambilan SIM.

  1. Di sini terlihat banyak antrian, banyak juga yang nyerobot. Akhirnya petugas menegaskan dengan speaker “nanti nama yang dipanggil baru maju mengantri, yang tidak dipanggil harap duduk saja tunggu pasti selesai koq”. Bapak yang menggunakan calo sudah mendapatkan SIM-nya lebih dulu, ada juga yang membuat 2 SIM dapatnya satu-satu. Saya menunggu agak lama, tetapi langsung mendapatkan 2 SIM.

Total proses perpanjangan SIM sebenarnya tergolong cukup cepat, hanya 1 jam lebih. Tetapi ya masih banyak kekurangan di sana-sini: calo, petugas yang malas-malasan, sombong, dan lain-lain. Memang sepertinya sudah banyak perbaikan dari segi kecepatan pelayanan, tidak terlalu bertele-tele lagi.

Tetapi tentu saja masih banyak juga yang perlu ditingkatkan! Seperti motto yang ada di dalam Gedung SIM “Kami berusaha sebaik mungkin, tetapi kami memang tidak sempurna”. Semoga ke depannya pelayanan public di tanah air semakin maju, saya percaya pasti bisa!!

*mohon maaf tidak sempat banyak foto-foto karena terburu-buru harus masuk kantor

Advertisements

Feel free to comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s